Skip to main content
Gong Budaya

follow us

Bahasa Melayu Sebagai Bahasa Nasional Vs Bahasa Jawa

Sejarah Bahasa Melayu Sebagai Bahasa Nasional Vs Bahasa Jawa

Catatan Dr. Badrul Mustafa, DEA

Saya dulu cukup lama bertanya-tanya dalam hati (sejak SMP), yakni kenapa bahasa melayu yang menjadi bahasa nasional. Kenapa bukan bahasa Jawa yang dipakai oleh mayoritas rakyat Indonesia. Sebab jumlah orang dari etnis jawa (Jawa Tengah dan Jawa Timur) adalah mayoritas. Barulah ketika saya jadi mahasiswa saya mendapatkan jawaban yang baik dan memuaskan dari beberapa ahli bahasa melalui buku, juga artikel di media.

Para ahli tersebut mengatakan bahwa dipakainya bahasa melayu sebagai bahasa persatuan sebetulnya dimulai sejak zaman penjajahan bangsa Belanda. Sebagai penjajah yang memerintah di tanah air, mereka jelas ingin berkomunikasi secara efektif dengan bangsa kita (anak jajahan). Pemerintah penjajah kemudian memilih bahasa melayu sebagai bahasa untuk berkomunikasi dengan seluruh anak bangsa di tanah jajahannya di nusantara ini. Menurut pakar tersebut, dipilihnya bahasa melayu sebagai bahasa pengantar untuk berkomunikasi karena bahasa melayu sangat mudah, praktis dan egaliter. Berbeda jauh dengan bahasa jawa yang rumit, dan tidak egaliter alias feodal. Dalam bahasa jawa terdapat berberapa tingkatan. Bahasa Sunda juga.


Dalam bahasa jawa, untuk berbicara kepada teman berbeda kata dan kalimatnya dengan berbicara kepada orang yang lebih tua, atau orang yang hierarkinya lebih tinggi. Pemakaian kata kerjanya tidak bisa sama kepada teman, orang yang lebih tua, kepada anak-anak, atau kepada raja/bangsawan. Karena rumitnya bahasa Jawa dengan adanya hierarki tersebut, tentu akan sulit bagi pemerintah Hindia Belanda untuk mempelajarinya. Maka dipilihlah bahasa melayu yang sangat simpel, praktis. Bahkan menurut banyak orang, bahasa melayu yang menjadi dasar bahasa Indonesia, lebih praktis dan mudah daripada bahasa Inggris. Terbukti banyak orang asing yang bisa berbahasa Indonesia dengan hanya sebentar mempelajarinya. Dalam bahasa melayu, tidak ada perubahan kata kerja untuk waktu, subjek dan objek. Beda dengan bahasa Inggris, kata kerja berubah tergantung waktu (present, past, future) atau subjek (he/she, they, we, dlsb). Bahkan dalam bahasa Perancis, selain tergantung waktu dan subjek, kata kerja juga bisa berubah terhadap objek.

Nah, setelah bahasa melayu dipilih pemerintah Hindia Belanda sebagai bahasa pengantar/komunikasi di seluruh nusantara sebagai tanah jajahannya, maka ini kemudian ditetapkan oleh para pemuda Indonesia dalam "Soempah Pemoeda" tahun 1928.

Beberapa waktu yang lalu di facebook , seorang rekan saya menyebutkan bahwa dijadikannya bahasa melayu sebagai bahasa nasional adalah karena tolerannya orang jawa. Jadi, dengan alasan seperti yang saya sebutkan di atas berdasarkan sejarah, maka pendapat rekan saya tadi tentunya salah. Tidak berdasar. Orang jawa memang toleran. tapi untuk urusan bahasa persatuan ini tidak ada hubungannya dengan toleransi.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar